Upacara Peringatan Sumpah Pemuda 2018 di Untirta - Mustofa Abi Hamid Official Site

Update

Monday, October 29, 2018

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda 2018 di Untirta

Senin (29/10/18) Sivitas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memperingati 90 tahun sumpah pemuda dengan menggelar upacara di lapangan terbuka Kampus Pakupatan Serang Banten. 
Upacara ini diikuti oleh seluruh pimpinan Untirta, dosen, tenaga kependidikan, staf, dan perwakilan mahasiswa. Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd. bertindak sebagai pembina upacara, sedangkan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dibacakan oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Kartina AM, M.P, ikrar sumpah pemuda dibacakan oleh Dr. H. Suherna, M.Si, doa dipanjatkan oleh Dr. H. Fatah Sulaeman, S.T., M.T. dan Pemimpin Upacara adalah Cepy Rafiudin, serta dihadiri oleh para sivitas Untirta.
Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 di Untirta
Pembina upacara memberikan amanat dari Pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018.
Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa hari sumpah pemuda kali ini mengambil tema bangun pemuda satukan Indonesia, tema diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Menpora menginginkan pemuda Indonesia membangun optimisme sehingga prestasi di berbagai bidang terwujud, mampu melanjutkan sikap-sikap pemuda zaman dahulu yang tidak terjebak pada sikap-sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, pemuda pada masa kini harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok dunia, pemuda yang berjuang lahirkan ide-ide, tekad dan cita-cita.
Peserta Upacara

Tetap Tebarkan Senyum 
Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi:informasi yang bersifat destruktif mulai dari Hoax, Hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara. 
Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi Mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat. 
Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang Asian Para Games 2018 para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5. Ini adalah sejarah baru kebangkitan olahraga Indonesia. Serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidangnya. 
Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar Pesta Demokrasi untuk memilih dan menentukan Pimpinan Nasional dan Daerah yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Tk. I dan DPRD Tk II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilihan Umum nanti, amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam PEMILU 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.
Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. 
"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia" 
Akhirnya, saya ucapkan SELAMAT HARISUMPAH PEMUDA KE-90. Semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita. Semoga Allah SWT - Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua. 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here