Fungsi karburator mobil atau motor adalah untuk menguapkan bensin menjadi bentuk gas sehingga mudah terbakar. Sebelum terbakar, bensin yang sudah berbentuk uap atau gas tersebut harus dicampur dengan udara bersih.
Udara dilewatkan pada sebuah pipa venturi, yaitu pipa yang menyempit seperti leher botol. Oleh karena adanya penyempitan luas penampang pipa maka laju aliran udara akan menjadi besar dan tekanan pada daerah venturi tersebut akan turun sehingga bensin yang tekanannya lebih besar pada tempat akan keluar bercampur dengan udara membentuk uap bensin. Kemudian, uap bensin ini akan mengalir sampai pada tempat pembakaran yang merupakan sumber energy penggerak motor atau mobil. Jadi, prinsip kerja karburator adalah adanya perbedaan tekanan antara ruang venturi dan ruang pelampung tempat bensin. Hal ini sesuai dengan asas Bernoulli.
Pada saat mobil berjalan kencang, pedal gas ditekan lebih dalam. Semakin dalam pedal gas mobil ditekan, semakin cepat putaran kipas didalam karburator tersebut, dan semakin deras laju aliran udara didalam venturi sehingga semakin banyak pula bensin yang tersedot dari penampungannya.
Created by : Mustofa Abi Hamid ; Physics Education ’09 Lampung University
CP : 0857 6837 3366
E-mail : abi.sma4@gmail.com
Saturday, April 17, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post Top Ad
Author Details
Lecturer at Univ. Sultan Ageng Tirtayasa, Editor In Chief
VOLT : Scientific Journal of Electrical Engineering Education. Hobi saya adalah mencoba hal-hal baru yang penuh tantangan, travelling, backpacking, wisata kuliner, makan-makan, menulis, membaca, tadabur alam.
No comments:
Post a Comment