Seminar Nasional Keinsinyuran XI PSPPI UMM Angkat Pendekatan Terintegrasi untuk Pengelolaan DAS Berkelanjutan - Mustofa Abi Hamid's Blog

Update

Thursday, August 13, 2026

Seminar Nasional Keinsinyuran XI PSPPI UMM Angkat Pendekatan Terintegrasi untuk Pengelolaan DAS Berkelanjutan

Malang, 13 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI), Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Keinsinyuran ke-XI Tahun 2026 pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan mengangkat tema “Pendekatan Terintegrasi dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Berkelanjutan untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Sumberdaya Air.”
Seminar Nasional Keinsinyuran XI menjadi forum akademik dan profesional untuk mempertemukan gagasan, hasil penelitian, serta praktik keteknikan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Tema yang diangkat menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air di tengah tekanan pembangunan dan perubahan lingkungan.
Kegiatan seminar diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesional, khususnya dalam bidang keinsinyuran, pendidikan profesi insinyur, serta bidang teknik yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan. Selain sesi utama, seminar juga menghadirkan parallel sessions yang mempresentasikan berbagai hasil penelitian dan kajian keteknikan. Materi yang dipresentasikan mencakup isu infrastruktur sumber daya air, transportasi, konstruksi, energi, teknologi informasi, keselamatan, material, serta pengelolaan lingkungan.

Seminar Nasional Keinsinyuran XI PSPPI UMM

Salah satu pemakalah dalam kegiatan tersebut adalah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI), Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mustofa Abi Hamid, yang mempresentasikan artikel berjudul “Analisis Dampak Lingkungan Terintegrasi dan Paparan Medan Elektromagnetik pada Perencanaan Pembangunan Infrastruktur GI dan SUTT 150 kV Lippo Curug” di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.

Mustofa Abi Hamid Paparkan Penilaian Dampak Lingkungan Infrastruktur Energi secara Terintegrasi

Dalam paparannya, Mustofa Abi Hamid membahas pentingnya penilaian dampak lingkungan yang tidak hanya melihat satu parameter secara terpisah, tetapi mengintegrasikan kualitas udara ambien, tingkat kebisingan, serta paparan medan elektromagnetik (electromagnetic field/EMF) pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Studi tersebut mengambil kasus pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Lippo Curug II, perluasan GI 150 kV Lippo Curug, serta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Lippo Curug II–Lippo Curug di Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan engineering case study dan memanfaatkan data pengukuran lapangan pada beberapa lokasi representatif proyek.

Tiga aspek lingkungan dianalisis secara kuantitatif menggunakan indikator yang berbeda. Kualitas udara dievaluasi melalui Pollution Index (PI), kebisingan melalui margin kepatuhan, sedangkan paparan medan listrik dan medan magnet dianalisis menggunakan Exposure Ratio (ER). Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan standar dan pedoman lingkungan nasional maupun internasional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan yang dikaji masih berada dalam batas yang dipersyaratkan. Nilai PI kualitas udara berada di bawah 0,75, margin kepatuhan kebisingan berada pada 1,4–12,8%, sedangkan ER paparan EMF berada di bawah 0,40. Sintesis hasil tersebut menunjukkan tidak terdapat parameter yang mendekati ambang kritis serta tidak ditemukan indikasi efek amplifikasi antarparameter lingkungan.

Salah satu temuan yang mendapat perhatian adalah tingkat kebisingan pada lokasi tertentu yang relatif mendekati ambang batas meskipun masih memenuhi ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi lingkungan tidak cukup hanya didasarkan pada status “memenuhi” atau “tidak memenuhi” baku mutu, tetapi juga perlu mempertimbangkan margin keselamatan terhadap ambang batas.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan melalui kerangka UKL-UPL berperan penting dalam mengendalikan dampak kegiatan. Strategi yang diterapkan mencakup pengendalian debu melalui penyiraman dan penutupan bak truk, pengendalian kebisingan, pengelolaan right of way (ROW), pemasangan informasi dan rambu peringatan, pengelolaan drainase dan air larian, serta pengelolaan limbah B3. Pemantauan medan listrik dan medan magnet juga dilakukan secara berkala.

Mendorong Paradigma Pengelolaan Lingkungan yang Terintegrasi

Lebih lanjut, Mustofa menekankan bahwa kontribusi utama penelitian terletak pada integrasi tiga domain lingkungan dalam satu kerangka analitis, yaitu kualitas udara, kebisingan, dan EMF. Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan evaluasi setiap parameter secara independen.
Hasil penelitian mengarah pada konsep “Decoupled Environmental Impact Model”, yang menggambarkan bahwa dampak kualitas udara, kebisingan, dan EMF pada sistem transmisi memiliki mekanisme fisik yang berbeda dan dalam kasus yang dikaji menunjukkan interaksi yang relatif lemah. Dengan demikian, penilaian berbasis indeks dapat digunakan untuk mendukung evaluasi lingkungan yang lebih terukur, prediktif, dan berbasis margin keselamatan.
Perspektif tersebut memiliki relevansi dengan semangat Seminar Nasional Keinsinyuran XI yang mendorong pendekatan terintegrasi dalam pembangunan berkelanjutan. Meskipun objek penelitian Mustofa berfokus pada infrastruktur ketenagalistrikan, pendekatan integratif yang digunakan memperlihatkan pentingnya menghubungkan aspek teknis, lingkungan, keselamatan, regulasi, dan keberlanjutan dalam proses perencanaan serta pengelolaan infrastruktur.
Seminar Nasional Keinsinyuran XI diharapkan tidak hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman profesional untuk memperkuat kontribusi insinyur dalam menghadapi persoalan pembangunan yang semakin kompleks. Pendekatan lintas disiplin dan berbasis bukti menjadi semakin penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan serta keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.
Praktik Keinsinyuran: Pekerjaan Proyek UKL UPL Pembangunan Infrastruktur Gardu Induk (GI) 150 kV Lippo Curug II dan SUTT 150 kV Lippo Curug II - Lippo Curug di Kabupaten Tangerang


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad