Tips Menyusun Proposal Skripsi - Mustofa Abi Hamid Official Site

Update

Sunday, December 16, 2018

Tips Menyusun Proposal Skripsi

Tema Skripsi
Hal yang pertama perlu dipikirkan dalam menyusun proposal skripsi adalah tema atau topik skripsi dan masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian skripsi. Terkadang, banyak mahasiswa yang bertanya-tanya tema apa yang sedang hangat dikaji? Tema apa yang sekiranya bisa dijadikan skripsi? Tema skripsi tidak ditanyakan, tetapi dicari dengan cara membaca penelitian sebelumnya dalam bentuk skripsi atau artikel jurnal atau laporan, dll. Banyak sekali tema atau topik yang dapat dikaji menjadi karya ilmiah berupa skripsi. Di era internet saat ini, sangat mudah mengakses artikel jurnal penelitian terbaru. Unduhlah artikel jurnal terbaru, kemudian baca jurnal tersebut. 

Perbanyak Membaca
Artikel jurnal dan skripsi yang sudah diunduh tersebut, jangan dibiarkan membusuk di laptop atau harddisk karena tertumpuk oleh data-data. Bacalah satu per satu. Akan lebih baik lagi, membuat tabel artikel jurnal dan skripsi yang sudah dibaca tersebut. Tabel tersebut berisi judul, nama penulis, tahun, ringkasan/temuan/hasil penelitian/skripsi. Dari tabel tersebut, kamu akan bisa memetakan temuan hasil penelitian yang sudah orang lain hasilkan dan apa saja yang belum ada atau belum dikaji oleh peneliti lain. 
Dengan membaca, kamu jadi tahu apa yang sudah ada atau sudah diteliti orang lain. Dengan mengetahui apa yang sudah ada atau sudah dilakukan orang lain kamu jadi tahu apa yang belum ada atau belum dilakukan orang lain. Itu yang namanya research gap

Research Gap, Novelty, and State of The Art
Dengan mengetahui research gap, kamu bisa usulkan penelitian untuk mengisi kekosongan itu. Intinya, melakukan penelitian terhadap sesuatu aspek/hal yang belum dilakukan orang lain. Dalam hal ini, objek penelitian bisa saja sama. Ini namanya filling the gap. Dalam mengusulkan penelitian, kamu harus bisa menunjukkan keunikan dan kebaruan dibandingkan dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh orang lain. Penelitian itu ibarat sebuah puzzle yang harus diisi kekosongannya sehingga pengetahuan akan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya riset/penelitian. 
Jadi, dalam bagian pendahuluan harus berisi state of the art dari membaca penelitian sebelumnya, pernyataan gap analysis (justifikasi mengapa riset ini diperlukan, apa keunikannya dibanding skripsi atau penelitian lain)

Metodologi
Bagaimana proses kamu melakukan penelitian untuk mengisi kekosongan itu? Itu namanya metodologi. Apa yang kamu perlukan untuk melaksanakan penelitian itu? Itu namanya alat dan bahan. Bagaimana proses, langkah-langkah atau prosedur untuk melakukan proses penelitian itu harus tertuang dalam metodologi, apa subjek dan objek penelitiannya, berapa jumlah sampel penelitiannya, instrumen apa yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian, bagaimana teknik menganalisis data penelitian yang dikumpulkan, bagaimana mengolah datanya serta membaca hasil tersebut juga tertuang dalam metodologi.

Source: I Made Andi Arsana, UGM.
Apapun penelitianmu, mau S1, S2, atau S3, pola proposalnya sama, yaitu harus mengandung: apa yang sudah ada, identifikasi apa yang belum ada, lalu isi kekosongan yang belum ada itu dengan penelitianmu.

Baca, renungi, dan tulislah. Hal yang paling sulit dalam menulis skripsi itu adalah memulainya. Lakukan dengan mendobrak kemalasan, buka laptop, nyalakan dan ketiklah ide, pikiran, tulisanmu. Mulailah konsisten dengan menulis minimal 2 halaman per hari. Dengan komitmen, ketekunan, kedisiplinan dan kerja keras, saya yakin kamu pasti bisa menyelesaikan proposal skripsimu, penelitian hingga skripsi dan sidang akhir. Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas.

Jika belum bisa menceritakannya dengan sederhana, kamu belum siap meneliti. Jika belum banyak membaca, kamu belum siap meneliti. Sudahkah Anda membaca hari ini?

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here