Buruknya Infrastruktur Jalan di Sukaresmi Pandeglang - Mustofa Abi Hamid Official Site

Update

Saturday, July 21, 2018

Buruknya Infrastruktur Jalan di Sukaresmi Pandeglang

Belum lama ini, viral di media sosial sekumpulan emak-emak kompleks berunjuk rasa atas kenaikan harga telur. Ada yang menarik, dalam poster yang dibawa salah satu dari emak-emak tersebut bertuliskan “Kami tidak makan infrastruktur”. Tulisan tersebut “menyindir” pemerintah yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur yang sangat masiv beberapa tahun ini. Padahal, infrastruktur merupakan komponen vital penggerak roda perekonomian masyarakat.

Banyak daerah yang memerlukan perhatian khusus dalam pembangunan infrastruktur jalan. Salah satunya, di wilayah kampung/desa di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Beberapa waktu lalu, saya sempat berkeliling ke wilayah tersebut untuk melakukan survey dan sosialisasi pembangunan infrastruktur kelistrikan. Jalan menuju ke kampung Desa Kubangkampil Kecamatan Sukaresmi ini rusak parah. Jalan masih berupa tanah merah, meski ada beberapa jalan batu “onderlag” tapi banyak lubang dan kubangan lumpur. Apalagi saat musim hujan tiba, pasti sangat parah dan sulit dilalui oleh motor ataupun mobil.
Kami yang melewati jalan itu untuk menuju Desa Kubangkampil harus berjuang keras menaklukkan jalanan yang rusak parah. Bila tak hati-hati, mobil bisa tergelincir atau terjebak dalam kubangan lumpur. 
Kubangan lumpur


Lewatnya harus bergantian agar tak terjebak dan jatuh di kubangan

Jalan desa sudah berbatu namun banyak lubang dan rusak

Kami sempat bertanya kepada pamong desa (pegawai) desa dan kecamatan, ia mengatakan bahwa jalan yang rusak parah ini sudah lama belum tersentuh oleh program pemerintah untuk diperbaiki dan dibangun jalan sehingga roda perekonomian warga masyarakat desa itu bisa lebih bergeliat. Bagaimana tidak, jalan itu merupakan penghubung antara kampung desa di kecamatan sukaresmi dengan Kecamatan Patia. Saat kami menanyakan ke pegawai kecamatan Sukaresmi, “adakah jalan alternatif lain yang lebih baik daripada jalan yang sebelumnya kami lewati?” Jawabnya, tidak ada. Jalan itu merupakan jalan satu-satunya yang bisa dilewati. Bahkan saat bupati Pandeglang berkunjung pun lewat jalan tersebut.

Hasil pertanian masyarakat dijual ke luar kampung tersebut dan harus bersusah payah menerjang kubangan lumpur di jalanan yang rusak tersebut. Bahkan, kami sempat melihat warga membawa barang belanjaan dari kota tergelincir dan terjatuh bersamaan dengan barang belanjaannya yang akan dijual di warung miliknya di desa tersebut.

Saya iseng searching di Google mengenai buruknya infrastruktur di Sukaresmi ini. Ternyata, sejak tahun 2016 kampung ini belum tersentuh program percepatan perbaikan infrastruktur. Buruknya infrastruktur ini dimuat di harian Koran Banten (20/07/2016), “Amburadulnya Sejumlah Infrastuktur di Wilayah Pandeglang”. Pemerintah daerah seolah belum menyentuhnya dengan menganggarkan APBD untuk perbaikan infrastruktur. Padahal, status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Dan, di Harian Kabar Banten (21/03/2018) "Jalan Sukaresmi-Patia Rusak".

Jadi, rasanya sangat menyakitkan warga masyarakat Sukaresmi bila ada yang berseloroh dan menyindir pemerintah dengan kalimat “kami tidak makan infratruktur”. Di daerah yang termarginalkan oleh pembangunan seperti Kecamatan Sukaresmi Pandeglang ini sangat butuh infrastruktur yang layak agar geliat perekonomian rakyat dapat bergerak dengan cepat. Distribusi hasil pertanian dan perdagangan dapat berjalan dengan cepat apabila didukung oleh infrastruktur yang baik pula.


Kampung Desa Kubangkampil, Kec. Sukaresmi Kab. Pandelang, 21 Juli 2018

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here